Rabu, 28 Desember 2022

Urus Visa Tinggal Taiwan Ikut Pasangan dan Ikut Anak

Saat saya urus dulu, judul diatas adalah keyword yang saya ketik untuk mencari tau supaya ga bolak balik ke TETO 😊

Beberapa pengalaman dari bloger membantu saya namun tetap bolak balik hehehe.

Ini karena saya kurang paham maksud dari legalisir TETO.

Baiknya saya ceritakan pengalaman legalisir dulu ya, semoga bisa membantu teman-teman yang sedang berjuang mengurus Visa juga.

Sebelumnya saya bantu info untuk yang belum pernah legalisir dokumen, untuk fotokopi dokumen aslinya, karena fotokopi tersebut yang dilegalisir ya.

Awalnya saya bingung karena legalisir itu setau saya ke Lembaga aslinya yang mengeluarkan dokumen, contohnya, legalisir buku nikah, berarti kita fotokopi dulu buku nikahnya lalu dilegalisir ke KUA saja. Ternyata untuk pembuatan Visa tinggal ini dilegalisir hingga ke Kemenag loh!

Selanjutnya untuk SKCK, saya memilih legalisir ke Mabes Polri. Ada biaya legalisir dan harus foto sidik jari dulu ya (foto sidik jari gratis). Ruang foto sidik jari bisa ditanyakan di Mabes, nanti diarahkan kemananya.

Nah, bagaimana untuk dokumen yang kita bingung mesti legalisir kemana?

Saya sempat mengalami kegalauan itu, seperti buku imunisasi dan hasil medical check – up.

Dokumen seperti itu ternyata bisa kita fotokopi dan legalisir ke notaris yang terdaftar di Kemenkumham 😊

Alhamdulillah! Tapi jangan lupa dibawa dokumen aslinya ya, karena legalisir itu gunanya untuk melihat keaslian dari copy-an dokumen.

Nah, kalo KK, akte lahir, karena sekarang sudah elektrik ya istilahnya, ada barcode itu loh.

                                                            Sumber foto: Kemendagri

Maka tidak perlu ke notaris lagi, bisa langsung dilegalisir ke Kemenkumham.

Setelah semua dokumen yang diminta TETO dilegalisir (acuannya bisa dilihat di TETO ya, dokumen apa saja yang dibutuhkan untuk Visa ikut pasangan atau Visa ikut anak), lanjut ke Kemenkumham (online) sekitar 3 hari jadi, lanjut ke Kemenlu (offline yang lokasinya ada di Jakarta Pusat).

Oh iya, legalisir ke Kemenlu daftar online dulu (aplikasi Stempel Asli), maksudnya offline adalah mengambil stikernya ya.

                                                               Sumber foto: Kemenlu

Setelah semua dokumen selesai dari Kemenlu, esok harinya ke TETO untuk legalisir semua dokumen tersebut ya. Ingat, selalu bawa dokumen asli!

Harga legalisir di TETO ada di websitenya juga. Sebaikanya datang pagi karena waktu enyerahan Dokumen di TETO adalah pukul 08.30 - 11.30 WIB. Setelah membayar legalisir akan diberikan kertas berisikan tanggal pengambilan dokumen legalisir. Untuk pengambilannya dilakukan pukul 13.30 - 15.30 WIB.

Ini dia langkah terakhirnya, keesokan pagi harinya, setelah dapat hasil legalisir TETO, jangan lupa di fotokopi ya semua hasil legalisirnya lalu dibawa ke TETO lagi tapi di loket pengajuan Visa Umum. Bawa formulir pendaftarannya juga (formular online ya, bisa dicek di web TETO cara registrasinya). Setelah bayar Visa, berikan bukti bayarnya ke loket Visa Umum lagi. Setelah itu petugas akan memberikan kertas yang menginformasikan tanggal pengambilan Visa.

Beberapa hari kemudian, diambil Paspor di loket Visa, dicek kembali data yang tertulis di Visa untuk melihat kesesuaian data kita. Akhirnya jadi juga Visa tinggalnya!

Sabtu, 15 Oktober 2022

Surprise

Rasanya: Such a good day to remind my journey here!

Ga nyangka terakhir tahun 2016 isi blog ini. Agak nyesel juga ga taruh kenangan perjalanan waktu sekolah bahasa Korea di Cheonan dulu. Padahal bisa bikin motivasi menulis saya jadi naik.

Setelah bertahun - tahun saya lupa punya blog, entah kenapa jadi iseng mau bikin tulisan di blog karena merasa "duh kok info yang saya butuhin belum dapet - dapet ya.." gemes juga mikirin "hm siapa tau ada yang butuh info ini ya" daripada dipendem pengen diluapin akhirnya coba masuk akun blog pakai email lama dan .. masih bisa dong! Alhamdulillah ;)

Baca - baca isi blog sebelumnya, bikin kangen masa remaja banget hahahahaha!

Tahun 2022 ini pingin rasanya menulis yang lebih berguna walaupun alasan klise tapi ... yaa pengen berguna aja dengan kebebasan punya akses blog ini.

Dimulai dengan perjalanan menyusul suami ke Taiwan, kayaknya ini saat yang tepat untuk share seputar info atau kabar yang mungkin sulit ditemukan ditulisan lain.

Dari persiapan pindah untuk 3-4 tahun disana, akses yang harus dilalui, dan apapun yang berkaitan dengan kehidupan sebagai seorang Muslim di Taiwan.

Walaupun masih dalam tahap belajar menulis, semoga ada manfaatnya dari tulisan - tulisan saya kedepannya.


Senin, 06 Juni 2016

Olimpiade Halal Provinsi DKI Jakarta 2016


Assalamualaikum! Tahun ini LPPOM MUI mengadakan Olimpiade Halal (OH) 2016 loh!
Waah apa itu? Seru deh kayaknya, gratis pula :D

Olimpiade Halal merupakan bentuk sosialisasi khusus diselenggarakan bagi kaum-kaum pelajar tingkat SMA, SMK dan MA. Ini tahun ketiga penyelenggaraan OH yang diharapkan akan meningkatkan kepedulian anak-anak bangsa, terlebih lagi kepada pelajar muslim, terhadap produk halal.

Lomba ini dilakukan secara online, jadi bisa dilakukan dimana aja, lagi kongkow di mall, lagi makan cireng, minum es buah, nonton doraemon, sampai lagi naik gunung pun selama ada koneksi internet bisa ikutan ini lomba :D

Pertama, kalian akan melalui babak penyisihan tingkat provinsi, setelah terpilih juara 1, 2, dan 3, dilanjutkan tahap akhir yaitu final tingkat nasional. Insya Allah final diadakan di:

Global Halal Center Building 
Jl. Pemuda No. 5 Bogor 16161 

sumber: http://bimasislam.kemenag.go.id/post/berita/global-halal-center-ikon-halal-kota-bogor

Materinya apa aja kak?
Hee heeeeiii don't worry be happy! Setelah kamu mendapatkan konfirmasi email dari LPPOM MUI, modulnya download aja di website: halolppommui.com

Mau daftar deh, tapi masi bingung T.T
Gausa bingung atuh, hubungi aja kontak di poster, pasti dibantuin daftar sampai nanti di final. Oh iya! kontak tersebut khusus untuk adik-adik yang sekolahnya berlokasi di Provinsi DKI Jakarta ya. Bisa juga update info terbaru di instagram: ohdkijakarta

Ditunggu partisipasinya ya!

Testimoni peserta yang mengikuti OH di tahun 2015:

     Mengikuti olimpiade halal memperluas wawasan saya tentang proses sertifikasi halal pada produk dan makanan. Pokoknya saya sangat berkesan sekali mengikuti olimpiade ini.
M. Kholil Bisri. MAN 9 Jakarta - Finalis Olimpiade Halal 2015

Senin, 04 April 2016

Menelusuri Ohjukheon dan Bertemu Shin Saimdang

Waktunya liburan musim gugur sudah tiba! Saatnya kita telusuri bagian atas Korea Selatan, Gangneung!
Berangkat dari Cheonan, saya janjian bertemu dengan teman berkebangsaan Laos, Sivilay, di terminal Gangneung. Sebelum jalan-jalan, kami makan dulu di terminal. Harganya terjangkau dan saya makan Mie dingin Korea atau Naengmyeon.
Kami berjalan kaki dari terminal menuju Museum yang terletak di Gangneung dikenal dengan Ohjukheon.
Pemandangan di sebelah kiri setelah masuk area Ohjukheon 

Patung Pertama yang terlihat dari Pintu Masuk 

Eojegak (Penyimpanan Buku)

Eojegak itu tempat disimpannya buku Gyeok Mong Yo Gyeol yang ditulis oleh Yulgok Yi Yi. Siapa hayooo Yulgok Yi Yi? Beliau anak dari Raja Jeongjo (Raja ke-22 Dinasti Joseon). Selain itu disana tersimpan pula ink stone (batu yang digunakan saat menulis di jaman Joseon).
Selanjutnya saya jalan menurun sampai menemukan harta karun!!!!

 Harta Karun yang Saya maksud Guci-Guci Tempat Penyimpanan Kimchi hihihi

Di daerah guci-guci tersebut ada bangunan lainnya dan bisa berfoto menjadi uang Korea >.< Tepat di pintu masuk ada photo booth seperti dibawah ini:



Kunjungan museum selesai dan saatnya kita pulang!
Eeeeeits! Ternyata sebelum melangkah ke pintu keluar ada Patung yang besar dan sangat menarik. "Loh ini kan Wanita yang ada di uang 50.000 won," kulihat lagi lebih dekat untuk meyakinkan kata hatiku tadi *weeeeeeeeeeeeh*

Shin Saimdang, Wanita yang berpengaruh dalam dunia seni dan pendidikan di Korea Selatan

Usaha saya dan teman saya untuk berfoto bersama Shin Saimdang yang gagal
*μ‹œλΉ„λΌμ΄ μ–Έλ‹ˆ 얼꡴은 λ³΄μ—¬μ€˜μ„œ λ―Έμ•ˆν•΄ γ…‹γ…‹γ…‹*